Mencoba Berpuisi (lagi)

Standar

Berteriaklah!

karena aku takkan mendengarmu

Menangislah!

karena aku takkan mengusap ingusmu

Pukullah!

pun aku takkan membalas

Cacilah!

biar aku tahu, sejauhmana kau mengenalku

mungkin tidaklah sulit bagimu untuk berkata

namun, senyum di ujung bibirmu terlalu sinis menangkap cinta

sesungguhnya, tanpa kau berucap pun aku sudah membaca

bahwa sindiranmu tak berarti menghujam

namun, karena kau cinta

sudah, itu saja

karenanya, ku biarkan kau bersama tingkahmu

karena aku juga cinta

*untuk alter egoku

Iklan

mari komen, mari bicara!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s