Belajar dari Jam

Standar

Ada yang punya jam? Aku tahu setiap orang punya jam. Entah jam tangan, jam dinding, jam hape, jam di pojok laptop, atau jam bul. Oke, yang terakhir itu memang bukan spesies perwaktuan. Kenapa nih kita nngomongin jam?

Jam selalu menunjukkan waktu yang benar, kecuali kalo batreinya habis. Hehe. Dalam satu hari, Berapa kali kita melihat kea rah jam? 10 kali, 25 kali? Hampir setiap saat. Bisa dikatakan jam adalah sesuatu yang paling sering dilihat oleh manusia. Namun jam tetaplah jam. Diperhatikan oleh ribuan orang pun dia tidak terlena dan lupa akan tugasnya.

Kadang kala, seseorang senewen di depan jam. Terutama saat kita terlambat melihat ke arah jam. “Huaa…telat lagi nih! Kenapa sih jamnya jalannya cepet banget”. Haha…jam ga pernah mempercepat langkahnya. Dia bergeser detik demi detik dengan rentang waktu yang sama. Kita aja yang tidak bisa mengikuti laju jam.

Tak jarang pula, seseorang  marah-marah sambil menatap jam atau bahkan memukul-mukul jam. Tepatnya ketika orang tersebut sedang menunggu. Konon katanya menunggu adalah pekerjaan paling membosankan. Apalagi apa/siapa yang ditunggu tidak kunjung datang. Dan jam menjadi tempat melampiaskan kekesalan. Padahal jam tidak tahu menahu mengenai keterlambatan siapapun.

Jam juga sempet kena bantingan smackdown atau dilempar barang. Mungkin kalian tahu kapan tepatnya. Yeah, jam hanya melakukan tugasnya untuk membangunkan tuannya agar tidak terlambat.namun sang tuan sepertinya lupa dengan peritahnya sendiri dan merasa jam telah mengganggu tidur nyenyaknya.  Jam yang tahan banting sih oke-oke saja. Tapi kalo sampai hancur berkeping-keping, ya itu resiko.

Aku ini sebenarnya nulis apa ya? aku juga bingung. ~_~

Jam itu hanya sebuah alat yang membantu kita untuk mengatur waktu. Jam tak pernah mengeluh capek meski bekerja siang dan malam. Jam juga tak bisa seenaknya mengubah gaya. Geraknya teratur, tak pernah dipercepat ataupun diperlambat. Jam tak pernah salah dalam menginformasikan waktu.

Waktu tak pernah mempercepat atau memperlambat geraknya karena tentu akan menyulitkan kerja jam. Teratur dan disiplin adalah prinsip dasar waktu. Tergantung bagaimana manusia menyesuaikan diri dengan keteraturan waktu yang telah mutlak. Jam sebagai pengikat dan pengingat, bahwa manusia (diharapkan) mengikuti keteraturan waktu dalam beraktivitas. Jika manusia disiplin, maka hidup manusia semakin teratur, taraf kebahagiaan semakin tinggi karena kepuasan pribadi juga semakin bertambah. Tidak ada grusa-grusu,  terburu-buru ataupun ugal-ugalan.

Prokrastinasi, penyakit sederhana namun berakibat besar di akhir kisah. Prokrastinasi menjadi contoh paling umum bagi kebanyakan manusia yang tidak menghargai waktu. Banyak berleha-leha, mengabaikan tugas utama kemudian menyesal di kemudian hari karena waktu telah terlewat percuma.

Jangan-jangan kalian belum mengenal istilah Prokrastinasi ? mehehe

Prokarastinasi adalah sikap menunda-nunda, menggampangkan suatu masalah. Menurutku, prokrastinasi terjangkit pada manusia yang over Pede. Dia percaya, pekerjaan/ masalah yang dihadapinya bisa dilakukan dengan waktu yang singkat nanti. Dan dia memilih untuk bermalas-malasan dulu sekarang, baru ketika sudah mepet waktunya, dia berusaha ngebut.

Nah lo, semakin malam semakin ga jelas nih otak!

Kesimpulan aja deh daripada kepanjangan. MAnusia makhluk yang sempurna. Diberi akal untuk banyak berpikir. Salah satunya memikirkan waktu. Kunci sukses manusia adalah disiplin. Disiplin dalam menyesuaikan diri dengan waktu yang ada. Maksimalkan waktu sebaik-baiknya. Mengatur waktu sedemikian rupa agar hidup lebih teratur.

Sama seperti keteraturan yang dicontohkan jam kepada kita. Jam tak pernah salah menginformasikan waktu, karena jam selalu disiplin dan teratur. Jam tak pernah lengah meninggalkan tugas, karena kepedulian pada manusia yang telah menciptakannya.

Jam tak akan membalas marah-marah kita, pukulan kita, smackdown kita kepadanya. Justru itu yang harusnya membuat kita malu sebagai manusia. Jam adalah buatan manusia, lantas kenapa manusia tidak memanfaatkan jam sebagai alat untuk memperbaiki diri dan mendisiplinkan diri? Karena manusia terlalu sombong untuk belajar kepada benda mati di sekitar kita.

Tetap sehat tetap semangat, tangkap semua inspirasi yang beredar di sekitar kita!

Jam dan waktu, tak pernah menjerumuskan kita ke lubang penyesalan asal kita mengikuti irama tarian detik yang setiap saat dia tampilkan.

^_^

Iklan

2 responses »

  1. prokrastinasi?? Itu penyakit yg sering dialami sama tipe darah B *nunjukDiriSendiri

    untung gue gak punya jam tangan, adanya jam hape. Masak iya gue mau banting hape *mikirLama

    whahahaha. . .

mari komen, mari bicara!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s