Aku dan Harapan Terakhir

Standar

sebilah waktu jika kau sebut itu menunggu

adalah sebuah kisah yang tak bisa ku sebut itu indah

dalam bisik ragu terbersit pinta

‘bukakan sedikit rahasia-Mu!’

mungkin kiranya aku tak dapat membaca

seuntai pesan yang kau kirimkan

hanya saja aku lebih suka bercerita pada-Nya

sebilah resah jika kau sebut itu gundah

adalah kaitan dua kelingking menyatukan komitmen

berotasi dalam mata hati

ketika tak terjawab dengan diam

dan dalam buku harian abu-abu

tertulis di halaman pertama

“aku akan mati besok”

pasrah itu bukan menyerah

tapi berusaha untuk ikhlas dengan ketetapan-Nya

menjadikan hari terakhir lebih indah 🙂

Iklan

mari komen, mari bicara!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s