Hidup itu Indah

Standar

Image

“Bapak, perginya jangan lama-lama. Kita ada kuliah lo pagi ini” kataku melepas kepergian bapak ke rumah tetangga pake sepeda balapnya.

“Oiya, iki Senin og ya?” tepok jidat deh bapakku.

Kuliah? Bareng sama bapak? Yeah, of course. Bapak dan aku kompakan ikut kuliah tiap jam 7 pagi sampai jam 8, sebelum beliau berangkat ke kantor. Dosennya pun luar biasa. Para motivator kondang seperti Tung Desem Waringin, Anthony Dio Martin dan Arvan Pradiansyah. Masuknya ga tiap hari kok, Cuma Senin, Kamis dan Jum’at. Menyenangkan lagi, kuliah kami ini gratis. Tidak ada keharusan harus rapi, pake hem, sepatu atau tandatangan absensi. Kampus kami adalah dapur yang berbatasan langsung dengan garasi. Meja makan menjadi Tempat belajar kami. Unik kan?

Yupz, benar sekali. Kami ikut ‘kuliah udara’ di radio. Semacam talkshow yang dipancarkan oleh Smart Fm Jakarta, di-relay oleh Meta Fm. Meskipun hanya talkshow radio, kegiatan ini sangat luarbiasa bagiku dan bapak. Kita jadi sering duduk berdua mendengarkan radio, rebutan cemilan yang ada di meja makan, berdiskusi tentang materi ‘perkuliahan’. It’s awesome.

Dari ‘perkuliahan’ ini pula, bapak mendapat iluminasi, tentang passion. Tentang apa yang disukainya, bakatnya juga apa yang menjadi pekerjaannya sekarang. Sama halnya denganku. Semakin paham makna kebahagiaan serta bagaimana emosi sangat berperan dalam kehidupan manusia.

Seperti pagi ini, jadwal perkuliahan Tung Desem Waringin. Motivator yang satu ini memang selalu meletup-letup semangatnya. Dahsyat. Aku siap dengan buku catatan dan bolpen, bapak juga siap dengan sepiring nasi dan tengkleng bikinan ibuk (*halah). Meski radio agak soak karena udah sedikit pikun, tetep aja ga bisa mengurangi kekompakan kita memasang telinga baik-baik.

Apa arti hidup buatmu? Pertanyaan pertama di awal jumpa. Aku diam, bapak diam. Mikir. Hidup itu tidak mati, ya jelas, kata batinku. “Hidup itu tergantung dari definisi yang kita berikan terhadap hidup” Kata pak TDW. Jika hidup adalah makan, maka perjalanan hidup adalah bagaimana mencari makan. Jika hidup adalah perjuangan, maka hidupnya akan penuh dengan perjuangan.

Hidup adalah peran. Rata-rata orang lebih memilih pada satu peran. Padahal tiap orang sebenarnya memiliki berbagai peran dalam hidupnya. Ex : menjadi pegawai, suami, bapak, anggota masyarakat, warga Negara, anak, anak mantu dll. Namun, kadang kala individu berperan total pada salah satu dan mengabaikan yang lain. Misalnya : sebagai pengusaha yang sibuk berbisnis ke luar kota, namun tidak pernah punya waktu untuk sekedar mengucapkan selamat tidur pada anaknya, ataupun mengunjungi ibu mertua yang sedang sakit, atau bersilaturahim ke tetangga.

Pak TDW membagikan kunci Life revolution agar hidup lebih bermakna.

Yang pertama, temukan siapa sejatinya dirimu. Pernahkah kamu dikritik? Tentu pernah. Pada umumnya, kita mengetahui karakter diri kita dari orang lain. Karena orang lain yang melihat kita, bahkan ada anggapan mengatakan biarkan orang lain yang menilai diri kita. Kata orang, aku baik hati, tidak sombong, suka menabung dan rajin menolong. Itu kata orang lo. Tapi pernahkah kita melihat diri kita sendiri siapa diri kita? Orang lain bilang aku rajin menabung, padahal tidak. Haha… orang lain bilang, kamu mutungan padahal kamu merasa orang paling sabar sedunia. Beranilah menyangkal dan beranilah bercermin. Benarkah apa yang dikatakan orang? Untuk lebih tahu, alangkah lebih baim jika kita mendesain diri kita. Kita bisa memilih bentuk, sifat dan perilaku yang positif buat kita, kemudian biasakanlah. *satu pukulan telak buat aku dan bapak.haha

Kedua, kita juga harus tahu apa yang menggerakkan hidup kita? Maksudnya, dalam menjalani hidup ini kita mau ngapain. Ada lho orang yang hanya memikirkan nanti siang makan apa, atau nonton film apa. Hidup hanya sekedar hidup. Tak ada pencapaian. Maka dari itu, sangat penting adanya misi. Ada satu kisah, dua orang pekerja kebersihan kota di kota yang berbeda. Ketika ditanya, apa yang sedang anda lakukan, jawaban dari keduanya berbeda. Petugas yang pertama, “Ga liat apa? Saya lagi pegang sapu, ya pasti nyapu lah”. Petugas yang kedua, “Saya sedang berusaha mempertahankan piala adipura untuk yang kedelapan kalinya”. See… perbedaan misi ini berakibat pada kualitas pekerjaan mereka. mana yang lebih bersih menurutmu?

Dan misi pun harus memperhitungkan masa depan. Jadi ada misi jangka panjang dan jangka pendek. Sebagai contoh, pelatih NBA (lupa namanya) yang melatih Chicago Bulls seringkali hanya menampilkan atlet yang itu-itu saja ketika pertandingan. Misinya adalah yang penting menang dan Berjaya sekarang. Alhasil melejitlah nama pemain-pemain tertentu dari team itu. Namun ketika pemain hebat itu pensiun dari perbasketan, chichago bulls terpuruk. Karena dulunya tidak ada regenerasi, jadi sekarang tidak ada lagi kejayaan itu. layaklah jika kita juga memikirkan misi jangka panjang ke depan yang memang sudah mulai kita anyam dari sekarang.

Ketiga, bisa memilih prioritas. Nah ini dia yang paling sulit bagiku. Hidup itu banyak pilihan. Maka tentukan prioritas yang paling sesuai dengan nilai-nilai yang kamu canangkan dalam kehidupan pribadimu. Maksudnya, sanggup memilih mana yang lebih penting dari dua pilihan yang sama=sama penting. Nah lho, bingung kan? Sama T_T. lihat dari berbagai sudut pandang, menilai positif dan negative dari semua pilihan. Bijak sana dalam menentukannya, pelajari situasi dan bergegaslah. Begitu kata pak TDW (aku masih mencerna kata2 beliau). Yang terpenting adalah komunikasikan dengan baik apa yang telah kamu pilih terhadap orang yang bersangkutan tanpa menghakimi dan menyakiti.

Huffhhh…banyak juga catatan pagi ini. Sebagai penutup, ada satu pertanyaaan, apakah mendesain diri itu berarti merubah total diri kita menjadi yang lebih baik? Of course NOT. Mendesain diri adalah menciptakan diri pribadi dengan cara mengenal diri bebas dari pendapat orang lain. Akan lebih baik jika kita mendesain yang positif dari diri kita dan mengurangi hal yang negative.

 

Alhamdulillah, satu iluminasi lagi di kuliah pagi ini. Bersama bapak, masih dengan tema yang sama, berdiskusi. Ternyata hidup itu gampang jika kita menikmatinya dengan bahagia. Teh sudah habis, cemilan pun ludes. Bapak bersiap ke kantor dan aku memulai terapi lagi. Hehe… doakan saya melewati terapi ini dengan baik dan sehat kembali ya.

Terima kasih sudah membaca, semoga bermanfaat ~(^_^)~

Iklan

mari komen, mari bicara!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s