Puisi untuk Jiwa

Standar

ini puisi tertuju padamu, wahai jiwa yg melekat di raga hina ini
betapa rapuhnya sosokmu
penuh luka putus asa atas bingkai kisah yg tak indah
bukankah memaafkan sanggup menutup luka itu?

betapa lemahnya jiwamu
mudah terkulai di kala badai panas menerpa
menyiram butir-butir garam di lukamu yg menganga
bukankah keyakinanmu menguatkan tiap sendi jiwamu?

sungguh pucat auramu
melukis gurat-gurat ketidakdewasaan
menuai sesal akibat keputusan tak bijak
bukankah nurani cukup menjadi penunjuk jiwa?

sudahlah,
tak lelahkah kau mengeluh?
sebenarnya kekuatanmu tersembunyi
hanya ketakutanmu yg merajai.

keluarlah dan bertindaklah, wahai jiwa.
songsong perubahan dan jadikanlah lebih berarti

Iklan

mari komen, mari bicara!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s